Rabu, 10 Juli 2013

EKSPLORASI MIMIK UNTUK KEBERHASILAN DALAM BERKOMUNIKASI



 DESKRIPSI 
Terimakasih telah berkeinginan untuk mempelajari yang berjudul : “Eksplorasi Mimik Untuk Keberhasilan Dalam Berkomunikasi”, yang mengacu pada Standar Kompetensi: Melaksanakan Pekerjaan dalam Lingkungan Sosial Yang Berbeda, yang mendasarkan pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang ada pada dunia kerja, khususnya pada bidang hospitality industry.
Modul ini membatasi pada  Kompetensi Dasar :Komunikasi dengan Pelanggan dan Kolega dari Latar belakang yang Beragam, pada salah satu bagian dari indikatornya, yaitu pada komunikasi non-verbal, khususnya pada mimik/ ekspressi wajah.
Keterampilan ini berkaitan dengan kompetensi lain, dimana seseorang yang akan bekerja, khususnya di lingkungan industri pariwisata, sebaiknya sudah menguasai ketrampilan ini. Ketrampilan ini merupakan dasar pada bidang industri yang mengutamakan pelayanan, dan merupakan penunjang kinerja efektif semua bagian. Karena itu, sebaiknya diterapkan bersamaan dengan unit-unit pelayanan dan operasional lainnya, misalnya kompetensi yang berhubungan dengan bidang pekerjaan di hotel, khususnya Room Division (Front Office dan Housekeeping).
Unit ini berhubungan dengan kesadaran berbudaya yang dibutuhkan oleh semua orang yang bekerja di industri pariwisata dan perhotelan. Unit ini meliputi kepedulian budaya yang dibutuhkan untuk melayani pelanggan dan bekerja dengan kolega dengan latar belakang yang berbeda. Unit ini merupakan unit penting yang menunjang kinerja efektif pada semua lini, terutama yang berhubungan dengan guest contact officer.



Uraian Materi
Pada tahun 1971, Prof. Albert Mehrabian, seorang psikolog sosial dari University California of Los Angeles (UCLA) melakukan penelitian tentang kekuatan relative dari pesan verbal dan non-verbal, dan menemukan sebuah model komunikasi yang tahan terhadap uji waktu. Penelitian tersebut mengungkap tiga elemen dasar yang terdapat dalam sebuah pesan dalam setiap komunikasi: bahasa tubuh, suara dan kata-kata. Mehrabian menciptakan rumus 55, 38 dan 7, yaitu:
·         55% makna dalam setiap pesan berasal dari bahasa tubuh visual (gerakan, sikap, ekspresi wajah)
·         38% makna dalam setiap pesan berasal dari elemen non-verbal dari perkataan/ paralanguage (suara/vokal), yaitu cara bagaimana kata-kata tersebut diucapkan melalui nada, pola dan kecepatan suara.
·         7% makna tersebut berasal dari kata-kata yang sebenarnya (isi ucapan)
Ringkasnya, bahasa tubuh berbicara lebih keras daripada kata-kata! Dan pusat dari komunikasi non-verbal adalah mata dan wajah. Wajah berada pada posisi kedua setelah mata, yang mengungkapkan informasi mengenai diri kita.
1.     EYE CONTACT (KONTAK MATA)

APA YANG DIMAKSUD DENGAN EYE CONTACT?
Kontak mata merupakan salah satu cara non-verbal untuk:
1          Menunjukkan kesukaan/ keakraban dan bagaimana hubungan tersebut berjalan
2          Melatih kontrol
3          Mengatur interaksi
4          Memberikan informasi mengenai suasana hati dan karakter

Menundukkan pandangan dan tidak melakukan kontak mata bukanlah merupakan suatu tanda percaya diri, namun merupakan sikap pasrah atau tunduk. Penghindaran pandangan (eye avoidance) dapat berarti kurang tertarik, bosan hingga  berbohong, karena orang yang sedang berbohong cenderung menghindari kontak mata dengan lawan bicaranya.

DIMANA HARUS MEMANDANG?
Secara umum, ada tiga lokasi yaitu:
1
Secara umum, ketika sedang berbicara dengan orang asing, termasuk untuk keperluan bisnis, tatapan yang ideal adalah dengan membayangkan sebuah segitiga dengan puncaknya berada di dahi dengan dua sudut bawahnya berada tepat di kedua belah mata, dengan pusat segitiga adalah tepat di antara sudut yang terbentuk antara alis mata dan pangkal hidung.


2
Pada tingkatan pergaulan sosial, tatapan dapat diarahkan ke bawah mata dengan membayangkan sebuah segitiga antara mata dan mulut.


3
Untuk tingkatan intim, tatapan melintasi mata dan mengarah ke bawah dagu, menuju bagian tubuh di bawahnya, misalnya: leher. Biasanya, pada tingkatan ini arah tatapan digerakkan menurun dengan hati-hati sebelum tatapan kembali ke arah mata dengan cepat. Tatapan tersebut berlangsung cukup lama sehingga kedua belah pihak mengetahui rasa ketertarikan itu ada dan membalas tatapan tersebut.




2.     EKSPRESI WAJAH
Pada setiap sisi wajah terdapat 22 otot yang akan menggerakkan hidung, bibir, mulut rahang dan pipi untuk mengekspresikan emosi yang muncul dalam diri kita. Secara umum terdapat enam bentuk emosi yang mudah untuk di identifikasi, yaitu :
a.     Anger (kemarahan)
Perhatikan gambar berikut!  Bagaimana ciri-ciri ekspresi marah?
b.     Contempt (memandang rendah/ menghina) dan Disgust (jijik/ muak)
Perhatikan gambar berikut!  Bagaimana ciri-ciri ekspresinya?
c.     Fear (takut)
Perhatikan gambar berikut!  Bagaimana ciri-ciri ekspresi takut?
d.     Hapiness (kebahagiaan)
Perhatikan gambar berikut!  Bagaimana ciri-ciri ekspresi bahagia?
e.     Sadness (kesedihan)
Perhatikan gambar berikut!  Bagaimana ciri-ciri ekspresi sedih?
f.       Surprise (kejutan)
Perhatikan gambar berikut!  Bagaimana ciri-ciri ekspresi terkejut yang menyenangkan dan yang menyedihkan?
Selain ekspresi wajah yang ditampilkan, harus dipelajari juga yang disebut facial feedback, atau umpan balik wajah, yaitu ekspresi wajah sebagai tanggapan pada apa yang diucapkan lawan komunikasi, misal dengan senyum, mengernyitkan dahi, membelalakkan mata atau memalingkan wajah dan memandang ke arah yang jauh. Tindakan tersebut dilakukan bukan tanpa alasan, melainkan suatu bahasa non-verbal yang disampaikan tubuh, secara sadar ataupun oleh alam bawah sadar, yang menunjukkan ketertarikan pada apa yang diucapkan komunikator atau justru sebaliknya. Berikut contoh video dimana bahasa tubuh "berbicara" lebih dari bahasa lisan.

video



Rangkuman
1.     Bahasa tubuh membuat kita bisa melihat jauh melampaui kata yang terucap dan mengetahui pesan tanpa kata-kata tersembunyi yang disampaikan.
2.     Kontak mata merupakan salah satu cara non-verbal untuk: menunjukkan kesukaan/ keakraban dan bagaimana hubungan tersebut berjalan, melatih kontrol, mengatur interaksi dan memberikan informasi mengenai suasana hati dan karakter
3.     Ada tiga lokasi yang biasa dipandang sesuai dengan tingkat komunikasi, yaitu untuk bisnis atau dengan orang asing, tingkatan sosial dan tingkatan komunikasi yang intim.
4.     Ekspresi wajah merupakan bahasa tubuh yang digunakan untuk menunjukkan emosi, yang secara universal dibagi menjadi enam jenis emosi yang mudah diidentifikasi, yaitu kebahagiaan, kesedihan, keterkejutan, muak, rasa takut dan kemarahan.

Sekarang, coba anda kerjakan Quis berikut

DAFTAR PUSTAKA
Borg, James, 2010, Buku Pintar Memahami Bahasa Tubuh. Jogjakarta : Penerbit Think
Sartre, Jean-Paul, 2010, Theory of the Emotions, Mengungkap Sketsa Teori Emosi dan Humanisme (terjemahan dari Sketch For a Theory of the Emotions, 1962), Surabaya: Selasar Publishing
Suwithi, Ni Wayan dkk, 2008, Akomodasi Perhotelan Jilid 1, bse, Jakarta Depdiknas.
Youtube.com/non-verbal communication tools/non-verbal communications/eye contact
Youtube.com/non-verbal communication tools/non-verbal communications/eye contact avoidance
Youtube.com/non-verbal communication tools/non-verbal communications/facial expressions
Youtube.com/non-verbal communication tools/non-verbal communications/facial feedback




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar